Yunianto Tri Atmojo

Let\’s change for the better future!

Fyodor Mikhailovich Dostoyevsky

Fyodor Mikhailovich Dostoyevsky (Фёдор Миха́йлович Достое́вский, kadang-kadang dialihaksarakan menjadi Dostoevsky Bunyi listen) (11 November [K.J.: 30 Oktober] 1821 – 9 Februari [K.J.: 28 Januari] 1881) adalah salah seorang sastrawan Rusia terbesar, yang karya-karyanya menimbulkan dampak yang panjang terhadap fiksi abad ke-20. Karya-karyanya seringkali menampilkan tokoh-tokoh dalam keadaan yang putus asa dan pikiran yang sangat ekstrem, sehingga memperlihatkan pemahaman yang luar biasa tentang psikologi manusia serta analisis yang mendalam mengenai keadaan politik, sosial, dan spiritual di Rusia pada masanya. Banyak dari karya-karyanya yang paling terkenal seolah-olah meramalkan pemikiran dan kepedulian orang di masa modern. Kadang-kadang ia disebut sebagai pendiri eksistensialisme, terutama dalam Catatan-catatan dari Bawah Tanah, yang digambarkan oleh Walter Kaufmann sebagai “karya terbaik untuk eksistensialisme yang pernah ditulis”.
Biografi

Fyodor adalah anak kedua dari tujuh bersaudara yang dilahirkan dari Mikhail dan Maria Dostoyevsky. Tak lama setelah ibunya meninggal karena tuberkulosis pada 1837, ia dan saudaranya Mikhail dikirim ke Akademi Teknik Militer di St. Petersburg. Ayah mereka, seorang ahli bedah militer yang sudah pensiun, yang bekerja sebagai dokter di Rumah Sakit Mariinsky untuk orang-orang miskin di Moskwa, meinggal pada 1839. Meskipun tidak diketahui sebabnya, orang yakin bahwa Mikhail Dostoyevsky dibunuh oleh petani-petaninya sendiri, yang konon menjadi marah ketika Mikhail mabuk dan kemudian melakukan kekerasan. Mereka berusaha menahannya, lalu menuangkan vodka ke mulutnya hingga ia tenggelam. Sebuah cerita lain mengatakan bahwa Mikhail meninggal karena sebab-sebab alamiah, dan seorang tuan tanah tetangganya menciptakan cerita tentang pemberontakan petani ini agar ia dapat membeli hartanya dengan harga murah.

Dostoyevsky dikirim ke Akademi Teknik Militer St. Petersburg dan karena ia tidak begitu pandai dalam matematika, mata pelajaran yang dibencinya, ia pun tidak berhasil baik di sekolah itu. Sebaliknya, ia lebih memusatkan perhatian pada sastra. Tokoh pujaannya adalah Honore de Balzac dan pada 1843 ia bahkan menerjemahkan salah satu karya terbesar Balzac, Eugenie Grandet ke dalam bahasa Rusia. Sekitar waktu ini Dostoyevsky mulai menulis fiksinya sendiri dan pada 1846, karyanya yang pertama, sebuah novel pendek dalam bentuk surat, Orang-orang Miskin, mendapatkan sambutan hangat, khususnya oleh kritikus liberal, Vissarion Belinsky, dengan pujiannya yang termasyhur, “Seorang Gogol yang baru telah muncul!”

Dostoyevsky ditangkap dan ditahan pada 23 April 1849 karena terlibat dalam kegiatan revolusioner melawan Tsar Nikolai I. Pada 16 November tahun itu ia dijatuhi hukuman mati karena kegiatan anti pemerintahan yang terkait dengan sebuah kelompok intelektual liberal, Lingkaran Petrashevsky. Setelah sebuah pura-pura dihukum mati — matanya ditutup dan ia diperintahkan berdiri di luar di udara dingin sambil menunggu untuk ditembak mati oleh sebuah regu tembak, hukuman Dostoyevsky diubah menjadi beberapa tahun dikirim ke pembuangan untuk bekerja paksa di sebuah kamp penjara katorga di Omsk, Siberia. Epilepsinya yang telah lama diidapnya, kian meningkat selama masa ini. Ia dibebaskan dari penjara pada 1854, dan diwajibkan melayani di Resimen Siberia. Dostoyevsky menghabisi lima tahun berikutnya sebagai seorang kopral (dan belakangan letnan) di dalam Barisan Batalyon Resimen ke-7 yang ditempatkan di benteng Semipalatinsk di Kazakhstan.

Ini adalah titik balik dalam kehidupan pengarang ini. Dostoyevsky meninggalkan gagasan-gagasan idealnya semula dan menjadi seorang Kristen dan penentang keras nihilisme dan sosialisme ateis. Ia belakangan menjalin persahabatan yang aneh dengan pengarang konservatif, Konstantin Pobedonostsev. Ia mulai menjalin hubungan, dan belakangan menikah dengan Maria Dmitrievna Isaeva, janda seornag kenalannya di Siberia.

Pada 1860, ia kembali ke St. Petersburg, dan di sana ia menulis sejumlah jurnal sastra yang gagal dengan kakaknya, Mikhail. Dostoyevsky sangat terpukul oleh kematian istrinya pada 1864, diikuti tak lama kemudian oleh kematian saudaranya. Dari segi keuangan ia menjadi lumpuh karena utang bisnisnya dan keharusan membiayai janda kakaknya serta anak-anaknya. Dostoyevsky tenggelam dalam suatu depresi yang mendalam, seringkali mengunjungi tempat judi dan terus-menerus kalah.

Dostoyevsky menderita kecanduan judi yang parah dan akibat-akibatnya. Menurut sebuah cerita Kejahatan dan Hukuman, kemungkinan novelnya yang paling terkenal, diselesaikannya dengan sangat tergesa-gesa karena Dostoyevsky sangat membutuhkan uang muka dari penerbitnya. Ia praktis tidak punya uang sepeserpun setelah habis-habisan berjudi. Dostoyevsky menulis Si Penjudi dalam waktku berbarengan untuk memenuhi suatu perjanjian dengan penerbitnya Stellovsky yang, bila ia tidak menerima karangan baru, akan mengklaim semua hak cipta atas semua tulisan Dostoyevsky.

Terdorong oleh keinginan untuk melepaskan diri dari para krediturnya di dalam negeri dan mengunjungi kasino-kasino di luar negeri, Dostoyevsky melakukan kunjungan ke Eropa Barat. Di sana, ia berusaha menjalin kembali hubungan cintanya yang lama dengan Apollinaria (Polina) Suslova, seorang mahasiswi muda, setelah beberapa tahun sebelumnya ia pernah berhubungan. Namun Suslova menolak lamarannya. Dostoyevsky patah hati, namun tak lama kemudian ia bertemu dengan Anna Grigorevna, seorang penulis steno berusia 20 tahun, yang dinikahinya pada 1867. Periode ini merupakan masa penulisan buku-bukunya yang terbesar. Dari 1873 hingga 1881 ia membalas kegagalan-kegagalan jurnalistiknya sebelumnya dengan menerbitkan sebuah jurnal bulanan penuh dengan cerita pendek, sketsa, dan artikel tentang peristiwa hangat — Buku Harian Pengarang. Jurnal itu merupakan sukses besar. Dostoyevsky juga diketahui telah mempengaruhi serta dipengaruhi oleh filsuf Rusia terkenal, Vladimir Sergeyevich Solovyov, sebagian malah menyatakan bahwa Solovyov merupakan prototipe dari tokoh Alyosha Karamazov.

Pada 1877 Dostoyevsky menyampaikan eulogi utama pada pemakaman sahabatnya, penyair Nekrasov, sehingga menimbulkan banyak kontroversi. Pada 1880, tak lama sebelum ia meninggal, ia memberikan pidato Pushkinnya yang terkenal pada upacara peresmian monumen Pushkin di Moskwa.

Dalam tahun-tahun terakhirnya, Fyodor Dostoyevsky tinggal lama di resor Staraya Russa yang lebih dekat ke St Petersburg dan lebih murah daripada resor-resor Jerman. Ia meninggal pada 28 Januari (O.S.), 1881 karena pendarahan paru-paru yang disebabkan oleh serangan epilepsi. Jenazahnya dikebumikan di Pemakaman Tikhvin di Biara Alexander Nevsky, St. Petersburg, Russia. Empat puluh ribu orang Rusia meratapi dan menghadiri penguburannya. Templat:Rf

September 18, 2006 - Posted by | Tokoh dan Biography

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: