Yunianto Tri Atmojo

Let\’s change for the better future!

Pelayanan Publik dan konsep tentang Kepuasan Pelanggan

Salah satu konsep dasar dalam memuaskan pelanggan, minimal mengacu pada :
(1) Keistimewaan yang terdiri dari sejumlah keistimewaan produk, baik keistimewaan langsung maupun keistimewaan atraktif  yang dapat memenuhi keinginan pelanggan dan dengan demikian dapat memberikan kepuasan dalam penggunaan produk itu.
(2) Kualitas terdiri dari segala sesuatu yang bebas dari kekurangan atau kerusakan.
Acuan dari kualitas seperti dijelaskan diatas menunjukan bahwa kualitas selalu berfokus pada kepentingan/kepuasan pelanggan (Customer Focused Quality), sehingga dengan demikian produk-produk didesain,
diproduksi, serta pelayanan diberikan untuk memenuhi keinginan pelanggan. Oleh karena itu, maka kualitas mengacu pada segala sesuatu yang menentukan kepuasan pelanggan, suatu produk yang dihasilkan baru dapat dikatakan berkualitas apabila sesuai dengan keinginan pelanggan, dapat dimanfaatkan dengan baik serta didiproduksi dengan cara yang baik dan benar.
Sejalan dengan hal terdebut diatas, maka untuk memenuhi keinginan masyarakat (pelanggan), Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN) dalam keputusannya Nomor : 81/1995 menegaskan bahwa pelayanan yang berkualitas hendaknya sesuai dengan sendi-sendi sebagai berikut :
(1) Kesederhanaan, dalam arti bahwa prosedur/tata cara pelayanan diselenggarakan secara mudah, lancar, cepat dan tidak berbelit-belit serta mudah difahami dan dilaksdanakan.
(2) Kejelasan dan kepastian, menyangkut :
? Prosedur/tata cara pelayanan umum
? Persyaratan pelayanan umum, baik teknis maupun administratif
? Unit kerja atau pejabat yang bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan umum
? Rincian biaya/tarif pelayanan umum dan tata cara pembayarannya
? Jadwal waktu penyelesaian pelayanan umum
? Hak dan kewajiban baik dari pemberi maupun penerima pelayanan umum berdasarkan bukti-bukti penerimaan permohonan/ kelengkapannya, sebagai alat untuk memastikan pemrosesan pelayanan umum
? Pejabat yang menerima keluhan pelanggan (masyarakat)
(3) Keamanan, dalam arti bahwa proses serta hasil pelayanan umum dapat memberikan keamanan dan kenyamanan serta dapat memberikan kepastian hukum.
(4) Keterbukaan, dalam arti bahwa prosedur/tata cara, persyaratan, satuan kerja/pejabat penanggung jawab pemberi pelayanan umum, waktu penyelesaian dan rincian biaya/tarif dan hal-hal lain yang yang berkaitan dengan proses pelayanan umum wajib diinformasikan secara terbuka agar mudah diketahui dan difahami oleh masyarakat, baik diminta maupun tidak diminta.
(5) Efisien, meliputi :
? Persyaratan pelayanan umum hanya dibatasi pada hal-hal yang berkaitan langsung dengan pencapaian sasaran pelayanan dengan tetap memperhatikan keterpaduan antara persyaratan dengan produk pelayanan umum yang diberikan
? Dicegah adanya pengulangan pemenuihan kelengkapan persyaratan, dalam hal proses pelayanannya mempersyaratkan kelengkapan persyaratan dari satuan kerja/instansi pemerintah lain yang terkait.
(6) Ekonomis, dalam arti pengenaan biaya pelayanan umum harus ditetapkan secara wajar dengan memperhatikan :
? Nilai barang atau jasa pelayanan umum dengan tidak menuntut biaya yang tinggi diluar kewajaran
? Kondisi dan kemampuan pelanggan (masyarakat) untuk membayar secara umum
? Ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
(7) Keadilan yang merata dalam arti cakupan atau jangkauan pelayanan umum harus diusahakan seluas mungkin dengan distribusi yang merata dan diperlakukan secara adil.
(8) Ketepapatan waktu, dalam arti pelaksanaan pelayanan umum dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah ditentukan.
Kompetensi pelayanan prima yang diberikan oleh aparatur pemerintahan kepada masyarakat, selain dapat dilihat dalam keputusan Menpan nomor 81/1993, juga dipertegas dalam instruksi Presiden nomor 1/1995 tentang peningkatan kualitas aparatur pemerintah kepada masyarakat. Oleh karena itu, kualitas pelayanan masyarakat dewasa ini tidak dapat diabaikan lagi, bahkan hendaknya sedapat mungkin disesuaikan dengan tuntutan era globalisasi.
Sudarsono Hardjosoekarto dalam Bisnis dan Birokrasi Nomor 3/Vol. IV/September 1994 (p. 16) menyebutkan beberapa kategori dalam mengkaji pelayanan prima. Pertama, kategori berdasar yang meliputi analisa makro dan analisa mikro. Kedua kategori yang berorientasi pada model Mc. Kinsey yang mengkaitkan upaya pelayanan prima dengan        7 (tujuh) unsur S, yakni :
? Strategi
? Struktur
? System
? Staff
? Skill
? Style
? Share Value
Tuntutan dibuatnya “Standar Pelayanan Prima” didasarkan pada pandangan bahwa :
? The customer is always right
? If the customer is wrong, see rule number one
Meskipun rumusan diatas seperti sesuatu yang tidak serius, namun mengandung konsekuensi penting yakni adanya adanya tuntutan untuk terus memperhatikan secara serius terhadap kepentingan pelanggan dan pengembangan pelayanan prima tetap terpusat pada manusia disamping jika dikaitkan dengan masalah kepemimpinan sering diungkapkan bahwa “Excellence starts at the top… leadership by example”. Suatu pertanyaan yang muncul dari uraian diatas, yaitu apakah kita cukup banyak pemimpin yang mampu dan mau melayani pelanggan secara prima melebihi apa yang diperlihatkan oleh anak buahnya dalam melayani ?. Ini merupakan suatu tantangan riil yang bukan pada ribuan karyawan, melainkan bagi sedikit pemimpin tingkat tinggi.
Prinsip-prinsip yang diuraikan oleh Sudarsono Hardjosoekarto diatas dapat diperluas lagi sebagaimana yang dikemukakan De Vry (1994) yang mengarahkan elaborasi ini kedalam 7 (tujuh) simple strategi for success yang kemudian dalam perjalanan waktu disebut service model, yang meliputi :
a. Self-esteem
b. Exceed expecctation
c. Recover
d. Vision
e. Improve
f. Care
g. Empower
Kepuasan pelanggan (masyarakat) dapat dicapai apabila aparatur pemerintah yang terlibat langsung dalam pelayanan, dapat mengerti dan menghayati serta berkeinginan untuk melaksanakan pelayanan prima. Untuk dapat melaksanakan pelayanan prima, unsur aparatur seyogiyanya mengerti dan memahami apakah kepemimpinan pelayan itu ?, dan siapakan pemimpin pelayan ?.
Kepemimpinan pelayan membahas realitas kekuasaan dalam kehidupan sehari-hari, yang meliputi legitimasi, kekangan etika dan hasil yang menguntungkan yang dapat dicapai melalui penggunaan kekuasaan yang semestinya. Larry Spears dalam karyanya Greenleaf mengidentifikasi sepuluh ciri khas pemimpin pelayan, yakni :
(1) Mendengarkan
(2) Empati
(3) Menyembuhkan
(4) Kesadaran
(5) Bujukan atau persuasif
(6) Konseptualisasi
(7) Kemampuan meramalkan
(8) Kemampuan melayani
(9) Komitmen terhadap pertumbuhan manusia
(10) Membangun Masyarakat
Kepemimpinan pelayan seperti yang dikemukakan diatas dapat bermakna terhadap masyarakat pelanggannya apabila aparatur pelayan (pemerintah) sungguh-sungguh memperhatikan beberapa dimensi atau atribut perbaikan kualitas jasa termasuk kualitas pelayanan, yang terdiri :
a. Ketepatan waktu pelayanan
b. Akurasi pelayanan
c. Kesopanan, keramahan dalam memberikan pelayanan
d. Tanggung jawab
e. Kelengkapan
f. Kemudahan mendapatkan pelayanan
g. Variasi model pelayanan
h. Pelayanan pribadi
i. Kenyamanan dalam memperoleh pelayanan
j. Atribut pendukung pelayanan lainnya
Masyarakat (pelanggan) dapat terpuaskan dari pelayanan aparatur (pemerintah) hanya berorientasi pada kepuasan total pelanggan. Pelanggan membutuhkan komitmen dan tindakan nyata dal;am memberikan pelayanan prima. Adapun kriteria yang mencirikan pelayanan sekaligus membedakannya dari barang adalah :
• Pelayanan merupakan output tak berbentuk
• Pelayanan merupakan output variabel, tidak standar
• Pelayanan tidak dapat disimpan dalam inventori, tetapi dapat dikonsumsi dalam produksi
• Terdapat hubungan langsung yang erat dengan pelanggan melalui proses pelayanan
• Pelanggan berpartisipasi dalam proses memberikan pelayanan
• Keterampilan personil diserahkan atau diberikan secara langsung kepada pelanggan
• Pelayanan tidak dapat diproduksi secara massal
• Membutuhkan pertimbangan pribadi yang tinggi dari individu yang memberikan pelayanan
• Perusahaan pada umumnya bersifat padat karya
• Fasilitas pelayanan berada dekat lokasi pelanggan
• Pengukuran efektivitas pelayanan bersifat subyektif
• Pengendalian kualitas terutama dibatasi pada pengendalian proses
• Option penetapan harga adalah lebih rumit
Peningkatan kualitas pelayanan pada masyarakat dalam menghadapi era globalisasi sangat memerlukan sebuah strategi, mulai dari strategi perancangan pelayanan prima dalam manajemen kualitas modern hingga kepada implementasi dari rancangan terhadap kualitas pelayanan. Untuk itu, Gaspersz, 1997 merumuskan strategi pelayanan dengan manajemen jasa modern yang kemudian dikenal dengan strategi              7  (tujuh) P, yakni :
1. Product
2. Price
3. Place
4. Promotion
5. Phisical evidence
6. Proses desain
7. Participants
PENUTUP
Agar pelayanan aparatur pemerintah dapat lebih memuaskan masyarakat, selain dituntut memahami strategi 7 (tujuh) P, kriteria yang mencirikan yang pelayanan, ciri khas dari pemimpin pelayan, model         7 (tujuh) S dari Mc Kinsey, juga semua aparatur pelayan dituntut untuk memahami visi, misi dan standar pelayanan prima. Kiranya kepedulian kita terhadap kualitas pelayanan pada masyarakat dapat meningkat.

About these ads

Januari 15, 2007 - Posted by | Edukasi

107 Komentar »

  1. Ass, wr, wb

    survey membuktikan, masih banyak masyarakat yang belum puas dengan kinerja pemerintah saat ini. banjir, longsor, dan bencana lainnya yang belum tertangani dengan baik.

    Komentar oleh misra | Februari 6, 2007 | Balas

  2. Artikel-artikel yang bagus mas, teruskan menulis dan berkreasi.
    Trims, bisa saya jadikan referensi diklat

    srn

    Komentar oleh surana | Februari 8, 2007 | Balas

  3. Nice

    Komentar oleh febriana | Februari 18, 2007 | Balas

  4. i love you

    Komentar oleh dhepy | Februari 25, 2007 | Balas

  5. waduh enak ya mas dapat “i love you” dari pcrnya (dhepy)…..kpn married nya neh….undang2 gw ya bos….

    Komentar oleh gw getu loh.... | Februari 26, 2007 | Balas

  6. u cakep juga ya he..he.. maap
    bs minta tlg g? nina lg nyusun skripsi tentang kualitas pelayanan jasa ni, bs kasih artikel ato apa gt buat referensi nina? sebelum n sesudah makaci ya mas yunianto, tlg bls di e-mail nina ok :)

    Komentar oleh nina | Maret 14, 2007 | Balas

  7. mas Tri, thank you tulisan anda bagus. Tapi saya mo minta tolong nih. bisa gak ? bisa ya. Gini mas, aku mau nulis tentang pengaruh kecerdasan emosi karyawan terhadp kualitas pelayanan. Dimensi-dimensi dan indikator dari kecerdasan emosinya itu apa sih mas. And kalo bisa kasih tau aku buku-buku yang bisa membantuku. Trim’s ya mas.
    Lam kenal dari aku, radmono

    Komentar oleh radmono | Maret 25, 2007 | Balas

  8. salam kenal buat Mas Yunianto, aq dah baca artikelnya, bagus mas, kebetulan aq juga pengen nulis skripsi mengenai pengaruh kecerdasan emosi karyawan terhadap kualitas pelayanan. Kiranya mas berkenan bantu aq kasih tau buku-buku / referensi yg bisa membantuku. Thank banget mas.
    salam manis, rinda.

    Komentar oleh rinda | Maret 28, 2007 | Balas

  9. Tulisan mas bagus sekali dan saya sangat tertarik sekali. Saya ingin sekali membuat tesis tentang kualitas layanan jasa pada sektor publik (rumah sakit) di palu…. mohon bantuannya…boleh gak? syaratnya apa? Tq sebelumnya

    Komentar oleh Ira | Maret 29, 2007 | Balas

  10. Ass, wr, wb
    bagus banget atikel yang mas buat.Saya sedang skripsi tentang pelayanan publik.Saya bisa minta atikel tentang pelayanan publik yang lain buat referensi gitu… teimakasih.. wassalam

    Komentar oleh nina | April 5, 2007 | Balas

  11. wah…tulisannya bagus mas…bisa jadi tambahan pengetahuan saya yang lagi mau ngerjain skripsi tentang kualitas pelayanan publik…
    oya,kira2 buku2 apa aja ya mas yang membahas tentang kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan? thanks banget…gbu

    Komentar oleh erik | April 29, 2007 | Balas

  12. Assalamu’alaikum
    Mas Yunianto cakep juga yaa..
    Ni ak lg skripsi tentang kualitas pelayanan dengan pendekatan SERVQUAL integrasi ISO 9001:2000. studi kasus di Kantor Samsat.
    Bisa tolong di bantu referensinya ?

    Komentar oleh pipiet | Mei 11, 2007 | Balas

  13. i love u

    Komentar oleh dina | Mei 11, 2007 | Balas

  14. buagus banget mas………

    salam dari wong Banten

    Komentar oleh diaZ gntng bgt | Mei 12, 2007 | Balas

  15. Mas Tri yang baik, Bisa bantu saya untuk penyusunan skripsi mengenai perusahaan yang konsepnya CRM (Customer Relationship Management) ga….( ujung2nya Kepuasan Pelanggan juga sih tapi di lihat dari sisi CRM nya. Tolong bantu yah mas. Saya bingung mesti pake metode apa, bisakan ma bantuin saya. Saya tunggu emailnya lho mas. Gracias….

    Komentar oleh Sonni Jf | Mei 23, 2007 | Balas

  16. Mas Tri yang baik, saya sedang menyusun tugas akhir tentang pelayanan Aparatur di daerah, kira-kira variabel apa yang berhubungan dengan pelayanan

    Komentar oleh Desi Yunidar | Mei 24, 2007 | Balas

  17. sori mas lupa ngucapin makasih, makasih ya, dari wong Palembang

    Komentar oleh Desi Yunidar | Mei 24, 2007 | Balas

  18. Salam kenal buat mas Yunianto. Saya mau minta tolong mau ngerjain thesis hubungan antara kualitas pelayanan di rumah sakit dengan kepuasan pasien di ruang eawat inap.variabel kualitas RS saya ambil dari 5 dimensi pelayanan (TERRA), tapi saya bingung ngerancang kuesionernya. Tolong donkk….. Thank u yah

    Komentar oleh agustina | Juni 27, 2007 | Balas

  19. mas Tri, tulisan anda bagus sekali.mas saya mo minta tolong nih. boleh gak ? boleh ya. Gini mas, aku mau nulis tentang analisis kepuasan pelanggan terhadap pelayanan perbankan. Dimensi-dimensi dan indikatornya apa aja ya mas dan itu kan luas sekali trus gimana menpersempitnya supaya fokus. And kalo bisa kasih tau aku buku-buku yang bisa membantuku. Trim’s ya mas.
    Lam kenal dari aku…

    Komentar oleh ira | Juni 27, 2007 | Balas

  20. Bagus banget…siiip

    Komentar oleh ayu | Juli 16, 2007 | Balas

  21. salam kenal
    bagus juga tulisan mas tri…..
    bisa minta tlg kasih info ga tentang buku/literatur/artikel…apa aja dech tentang service excellent….syukur2 klo terbaru :)
    thanx untuk infonya

    Komentar oleh chynta | Agustus 21, 2007 | Balas

  22. Situs kamu informasinya cukup interaktif dan sangat membantu, terutama saat ini saya seadang butuh informasi menganai metode pengukuran kepuasan pelanggan. klo boleh kasih saran coba donkkk kamu tambahkan metode pengukuran yang telah distandarisasi dalam TQM yang sebenarnya C/: Metode pareto, 5W1H, Ishikawa Dll. dan mohon komentar saya di beri feed back kembali.

    Terima kasih

    Komentar oleh rinisari | September 3, 2007 | Balas

  23. Assalamualaikum
    Artikel mas bagus. Untuk laporan kp saya, saya ambil dari artikel mas lhooo…

    Sekarang saya sedang menghadapi tugas akhir tentang servqual yang digabungkan dengan six sigma di sutu perusahaan jasa, tapi saya bingung untuk membuat quisionernya. Bisa mas bantu saya pertanyaan2 apa saja yang perlu saya tanyakan dan boleh saya minta beberapa artikel mengenai penjelasan strategi 7 P DAN SIX SIGMA.

    Terima kasih mas, saya harap mas bisa membantu saya.
    Saya tunggu balasannya.

    wassalam

    Komentar oleh Indri | September 7, 2007 | Balas

  24. Assalamualaikum
    Artikel mas bagus. Untuk laporan kp saya, saya ambil dari artikel mas lhooo…

    Sekarang saya sedang menghadapi tugas akhir tentang servqual yang digabungkan dengan six sigma di suatu perusahaan jasa, tapi saya bingung untuk membuat quisionernya. Bisa mas bantu saya pertanyaan2 apa saja yang perlu saya tanyakan dan boleh saya minta beberapa artikel mengenai penjelasan strategi 7 P DAN SIX SIGMA.

    Terima kasih mas, saya harap mas bisa membantu saya.
    Saya tunggu balasannya.

    wassalam

    Komentar oleh Indri | September 7, 2007 | Balas

  25. maZz yunianto yG cAkeP.tHaNks ya tUk tUliSan’na Tt9 pElaYanaN puBliK dan kOnsEp kEpuAsan peLang9an’na. q keBantU b9t Den9an tuLisAn itU coZ q la9i Bin9ung mA Tu9as aq.mO9a2 bEsok2 ada la9i tUlisAn’na maZz y9 b1sA baNtu aQ tuK n9eRjaiN t9s yeee.thanks bGt…………..

    Komentar oleh diThA | September 21, 2007 | Balas

  26. mas tolong beri tau aku buku-buku tantang analais kesehatan aku agak bingung susah buku-buku apa aja?tolong kirim di email aku ya aku tunggu balasannya

    Komentar oleh reyhanus | Oktober 8, 2007 | Balas

  27. Terima kasih yah atas tulisannya semoga dapat membantu saya yang “dobel” kerja n kuliah.
    Saat ini saya sedang menyusun untuk skripsi mengenai analisis kepuasan konsumen. Jika bisa membantu untuk memberikan informasi lainnya saya sangat berterima kasih….

    Komentar oleh emil | Oktober 18, 2007 | Balas

  28. tahks bang artikelnya sangat membantu saya dalam proses pembuatan skripsi yang “pengaruh kualitas pelayanan tehadap kepuasan pengunjung Taman Wisata Mekarsari”

    Komentar oleh fachru | Oktober 30, 2007 | Balas

  29. Salam kenal buat mas Yunianto!
    mas tolong dong beritahu aku literatur2 milik siapa aja yang memuat tentang pelayanan prima. Tolong segera dibalas ya mas. Kutunggu segera balasannya. Thanx ya mas!! Mas cakep deh.

    Komentar oleh wati | November 13, 2007 | Balas

  30. Assalamu’alaikum
    saya penelitian tentang studi kepuasan atas pelayanan publik di terminal, kira-kira teori yang cocok untuk menunjukan indek kepuasan pelayanan apa saja.bagusnya pakai kualitatif/ kuantitatif?
    sukron, wassalamu’alaikum

    Komentar oleh lestari | November 21, 2007 | Balas

  31. mas makasih infonya tapi saya masih perlu beberapa data. mas tugas dan wewenang dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan apa aja sich?terus cara meningkatkan kemampuan leadership dan manajerialnya seperti apa?mas tolong jawab sekarang yach penting banget. kirim ke e-mail saya ja.makasih

    Komentar oleh Rima | November 30, 2007 | Balas

  32. Mas Yuni yang cuakep beneran.
    saya sedang skripsi tentang kualitas pelayanan.
    saya akan gabungkan metode servqual dan QFD.
    saya minya referensi buat buku2 servqual and QFD dong…
    buku-buku yang dari lokal aja.
    mohon bantuannya ya. tq b4
    artikelnya bagus.

    Komentar oleh ida | Desember 6, 2007 | Balas

  33. MAS LAGI BIKIN SKRIPSI MENGENAI KEPUASAN PELANGGAN, APA AJA BAHAN DIPERLUKAN UNTUK MELAKUKAN PENELITIANNYA, TOLONG AKU YAA, AKU LAGI DEADLINE NICH

    Komentar oleh elvie n | Desember 8, 2007 | Balas

  34. kesulitan mendapat problem statement dari pejabat negara tentang pelayanan publik yang prima
    mohon bantuan dan saran-saran dari bapak, terima kasih

    Komentar oleh bambang nudji | Desember 15, 2007 | Balas

  35. Ass . . .
    permisi mas tri sya mau nnya nih klo nyari bahan tentang pelayanan prima tuh gmna y?,kbtulan saya bingung nyarinya jd saya mnta bntuan mas tri blh kn?,soalnya sya lg bwt makalah ttg itu slesainya tgl 29 des 07 . . .
    tolong y mas tri . . .
    makasih . . .

    Komentar oleh fery | Desember 19, 2007 | Balas

  36. Boz, bagus banget tulisane, ada artikel lainnya ndak?buat referensi gitu… lagi nyusun skripsi ttg kualitas pelayanan jasa kantor SAMSAT nich…Tolong ya boz….

    Komentar oleh Wahyu | Januari 1, 2008 | Balas

  37. Ass…

    aq tertarik sama artikel yang maz bikin,,,coz aq rencana pengen bikin tgs akhir ttg servqual di bank…yang pengen aq tanyain sebenernya ada ga seh sistem standarisasi pelayanan perbankan di Indonesia??????klo ada, uda ada draftnya lum???
    dijawab yawwh…kasih saran dunk,,,pusing bgtt neh mikirinnya…

    makacie….

    Wass.

    Komentar oleh Norma | Januari 7, 2008 | Balas

  38. nice posting … saya kebetulan lagi pusing cari topik buat tesis, this posting is quite an inspiration. Thank you.

    Komentar oleh inginbercerita | Januari 18, 2008 | Balas

  39. Saya telahmemperoleh apa yang sayacari yaitu di Yunianto Tri Atmojo,,,saya ingin bikin thesis tentang pemerintahan wirausaha,dan salah satu vaiabelnya adalah pelayanan publik. Mungkin mas Tri bisa bantu saya tentang tulisan/buku/artikel yang berhubungan dengan pelayanan publik oleh penerintah.

    Trima kasih

    Donatus Dewa Lejap,S.IP

    Komentar oleh Donatus DewaLejap | Januari 25, 2008 | Balas

  40. boleh minta referensi tentang syarat apa aja yang dibutuhkan untuk meningkatkan mutu pelayanan perbankan saat ini dengan gejolak nilai tukar valas yang naik-turun. bls ke mailku yach… makasih…

    Komentar oleh ade | Februari 6, 2008 | Balas

  41. Hi mas Yunianto,

    Aku seneng banget dengan artikel yang mas buat, ini bakalan bermanfaat buat aku. Sekarang aku lagi ngerjain skripsi tentang implementasi six sigma pada rumah sakit (intenational SOS) untuk mencapai customer satisfaction dengan sumber daya yang terbatas. Kasih aku referensi-referensi yang berhubungan dengan itu donk! Thanks ya mas Yuni yang caem, aku tunggu balesannya lho!!!

    Komentar oleh Cynthia | Februari 7, 2008 | Balas

  42. hmm…mirip pasha ungu

    Komentar oleh mulia | Maret 18, 2008 | Balas

  43. hmm………aktif dimana?

    Komentar oleh mulia | Maret 18, 2008 | Balas

  44. narsis……….mania

    tapi gakpa2..cute koq

    Komentar oleh mulia | Maret 18, 2008 | Balas

  45. saya sedang menggarap tesis tentang “kinerja pemandu wisata dalam rangka menunjang pembangunan pariwisata”. mohon bantuan informasi untuk mendapatkan referensi tentang topik tersebut.bantuan informasinya sangat saya harapkan.atas bantuannya saya ucapkan terima kasih

    Komentar oleh maulidia wahyuni | Maret 21, 2008 | Balas

  46. saya telah membaca beberapa tulisan anda, kebetulan sekarang saya sedang menggarap tesis tentang “Pengaruh kinerja pemandu wisata untuk pengembangan pariwisata kota Palembang”. mohon bantuan informasi untuk mendapatkan referensi tentang topik tersebut.bantuan informasinya sangat saya harapkan terutama tentang ukuran kepuasan pelayanan terhadap wisatawan.atas bantuannya saya ucapkan terima kasih. wassalam !

    Komentar oleh maulidia wahyuni | Maret 21, 2008 | Balas

  47. tulisan anda bagus, sangat menambah pengetahuan, khususnya dibidang pelayanan prima. untuk itu teruslah diperbaharui, karena banyak yang memelukan, termasuk saya sebagai bahan acuan dalam melakukan pelayanan terhadap masayarakat, terima kasih atas tulisannya.

    Komentar oleh qhama ghafsa | Maret 24, 2008 | Balas

  48. bahan tulisan yang amat sangat bermanfaat
    mudah utk dimengerti
    trims banget ya,,,

    Komentar oleh oi | Maret 24, 2008 | Balas

  49. salam kenal,

    gw dulu di advertising agency, tp sekarang nasib ngbawa gue jadi abdee negera.
    gue jg lagi skripsi, dulu wktu di ad-agency gw pernah denger analisis IPA(important performance analysis), itu dipake buat ngukur tingkat kepuasan ama kepentingan pelanggan. gw pengen ngangkat tema kepuasan pelayanan perpustakaan&buku2 publikasi kantor gue (BPS wonogiri)
    mudah2an lu dah tau & kasi gue dikit yang lo tau tentan g IPA ini….gue ngarep lo ada referensi buku yang bisa gw pake buat sinau(belajar-red),
    thank 4 replying

    Komentar oleh ANTO | Maret 26, 2008 | Balas

  50. salam kenal,
    wah tulisannya sangat bagus dan bermanfaat, nambah pengetahuan .
    saya mo minta tolong bantuannya nih, berhubung sekarang saya sementara menyusun skripsi ” pengaruh pelayanan Administrasi Akademik terhadap kepuasan Mahasiswa “. sekira nya ada masukan atau info dimana saya bisa mendapatkan informasi – informasi referensi yang bersangkutan.kl bisa dikirim ke Emailku. sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

    Komentar oleh Budy | Maret 27, 2008 | Balas

  51. wah mas tri emang good writer and you have a good thinking. ngomong-ngomong boleh dong minta masukan untuk pemberian judul pada skripsi saya. temanya tentang “Pelayanan Kearsipan Pemkot Bandung”.kebetulan saya lagi mau nyusun skripsi nich. Bisa ga kirim ke e-mail saya. kalo bisa yang mudah cari bahannya ok. thanks ya…. skali lagi congratulation……

    Komentar oleh juni akbar | April 6, 2008 | Balas

  52. hiii.. mas tri.. slm kenal…
    mas minta tolong donk…
    aq lagi nyusun skripsi tentang pelayanan prima terhadap loyalitas pelanggan… minta referensi donk..
    krim ke email’Q yach mas tri… thx b4,

    Komentar oleh magda | April 6, 2008 | Balas

  53. salam kenal tuk semua.

    saya salah satu mahasiswa uzur,dah 10 tahun tertunda eh sekarang mau coba lagi.. tolong masukannya ya. judul yang saya buat tentang “strategi promosi dan pelayanan pada museum”. tolong ya…,thanks.

    Komentar oleh ayu palupi | April 9, 2008 | Balas

  54. terima kasih atas pemaparannya semoga terjalin silaturrahmi. Ilmu yang sangat bermanfaat

    Komentar oleh Tamrin Dahlan Tg.Pinang | Mei 2, 2008 | Balas

  55. makasih tulisannya ngebantu aku ngerjain tugas Pengantar Ilmu administrasi negara….

    Komentar oleh nisa | Mei 14, 2008 | Balas

  56. salam kenal aku mahasiswi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Banten

    Komentar oleh nisa | Mei 14, 2008 | Balas

  57. asslkm..pak yuniarto

    saya sekarang sedang mengerjakan tesis tentang kepuasan pelanggan terhadap pelayanan terminal peti kemas..
    mohon petunjuk untuk variabel apa saja yang bisa digunakan untuk penyusunan kueisoner saya
    terima kasih sebelumnya…

    wasslm…

    Komentar oleh andy | Mei 21, 2008 | Balas

  58. mas tri aku mau tanya saat ini aku lagi nyusun skripsi tentang analisa kepuasan konsumen terhadap kualitas pelayanan aku minta referensi tentang itu dunk. coz saat proposalku diujikan dosenku bilang ga da teori tentang itu dan dianggap judulku terbalik.mohon juga teorinya yuh buat menguatkan.trimaksaih.tolong dikirim via emailku yuh.

    Komentar oleh rey | Mei 21, 2008 | Balas

  59. mas tri…
    cakep ih…

    thx y mas artikelnya..
    lumayan hehehe
    buat tugas

    Komentar oleh nisa rechani | Mei 25, 2008 | Balas

  60. ass…mas tri!skrg aku lagi nyusun skripsi ttg kepuasan pelanggan terhadap pelayanan laboratorium, aku lagi nyari referensinya ttg itu..mohon dikirim teorinya ya bt menguatkan dan dpt problemsolving nya.thx

    Komentar oleh nini | Juni 16, 2008 | Balas

  61. konsep kepuasan pelanggan itu daptnya dari buku apa n sapa pengarangnya???thank u

    Komentar oleh frendy | Juni 16, 2008 | Balas

  62. agar kita mampu “AMANAH” dalam melayani sesama, perlu di tambahkan kecerdasan emosi dan spiritual := 7 nilai dasar Boedi Oetama -> jujur – tanggungjawab – visioner – disiplin – kerjasama – adil – peduli (ESQ Way)

    Komentar oleh PURWONO, Prio Adi | Juni 29, 2008 | Balas

  63. Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 5 Juli 2008

    Matinya Ilmu Administrasi dan Manajemen
    (Satu Sebab Krisis Indonesia)
    Oleh Qinimain Zain

    FEELING IS BELIEVING. C(OMPETENCY) = I(nstrument) . s(cience). m(otivation of Maslow-Zain) (Hukum XV Total Qinimain Zain).

    INDONESIA, sejak ambruk krisis Mei 1998 kehidupan ekonomi masyarakat terasa tetap buruk saja. Lalu, mengapa demikian sulit memahami dan mengatasi krisis ini?

    Sebab suatu masalah selalu kompleks, namun selalu ada beberapa akar masalah utamanya. Dan, saya merumuskan (2000) bahwa kemampuan usaha seseorang dan organisasi (juga perusahaan, departemen, dan sebuah negara) memahami dan mengatasi krisis apa pun adalah paduan kualitas nilai relatif dari motivasi, alat (teknologi) dan (sistem) ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Di sini, hanya menyoroti salah satunya, yaitu ilmu pengetahuan, sistem ilmu pengetahuan. Pokok bahasan itu demikian penting, yang dapat diketahui dalam pembicaraan apa pun, selalu dikatakan dan ditekankan dalam berbagai forum atau kesempatan membahas apa pun bahwa untuk mengelola apa pun agar baik dan obyektif harus berdasar pada sebuah sistem, sistem ilmu pengetahuan. Baik untuk usaha khusus bidang pertanian, manufaktur, teknik, keuangan, pemasaran, pelayanan, komputerisasi, penelitian, sumber daya manusia dan kreativitas, atau lebih luas bidang hukum, ekonomi, politik, budaya, pertahanan, keamanan dan pendidikan. Kemudian, apa definisi sesungguhnya sebuah sistem, sistem ilmu pengetahuan itu? Menjawabnya mau tidak mau menelusur arti ilmu pengetahuan itu sendiri.

    Ilmu pengetahuan atau science berasal dari kata Latin scientia berarti pengetahuan, berasal dari kata kerja scire artinya mempelajari atau mengetahui (to learn, to know). Sampai abad XVII, kata science diartikan sebagai apa saja yang harus dipelajari oleh seseorang misalnya menjahit atau menunggang kuda. Kemudian, setelah abad XVII, pengertian diperhalus mengacu pada segenap pengetahuan yang teratur (systematic knowledge). Kemudian dari pengertian science sebagai segenap pengetahuan yang teratur lahir cakupan sebagai ilmu eksakta atau alami (natural science) (The Liang Gie, 2001), sedang (ilmu) pengetahuan sosial paradigma lama krisis karena belum memenuhi syarat ilmiah sebuah ilmu pengetahuan. Dan, bukti nyata masalah, ini kutipan beberapa buku pegangan belajar dan mengajar universitas besar (yang malah dicetak berulang-ulang):

    Contoh, “umumnya dan terutama dalam ilmu-ilmu eksakta dianggap bahwa ilmu pengetahuan disusun dan diatur sekitar hukum-hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris (berdasarkan pengalaman). Menemukan hukum-hukum ilmiah inilah yang merupakan tujuan dari penelitian ilmiah. Kalau definisi yang tersebut di atas dipakai sebagai patokan, maka ilmu politik serta ilmu-ilmu sosial lainnya tidak atau belum memenuhi syarat, oleh karena sampai sekarang belum menemukan hukum-hukum ilmiah itu” (Miriam Budiarjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, 1982:4, PT Gramedia, cetakan VII, Jakarta). Juga, “diskusi secara tertulis dalam bidang manajemen, baru dimulai tahun 1900. Sebelumnya, hampir dapat dikatakan belum ada kupasan-kupasan secara tertulis dibidang manajemen. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa manajemen sebagai bidang ilmu pengetahuan, merupakan suatu ilmu pengetahuan yang masih muda. Keadaan demikian ini menyebabkan masih ada orang yang segan mengakuinya sebagai ilmu pengetahuan” (M. Manullang, Dasar-Dasar Manajemen, 2005:19, Gajah Mada University Press, cetakan kedelapan belas, Yogyakarta).
    Kemudian, “ilmu pengetahuan memiliki beberapa tahap perkembangannya yaitu tahap klasifikasi, lalu tahap komparasi dan kemudian tahap kuantifikasi. Tahap Kuantifikasi, yaitu tahap di mana ilmu pengetahuan tersebut dalam tahap memperhitungkan kematangannya. Dalam tahap ini sudah dapat diukur keberadaannya baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Hanya saja ilmu-ilmu sosial umumnya terbelakang relatif dan sulit diukur dibanding dengan ilmu-ilmu eksakta, karena sampai saat ini baru sosiologi yang mengukuhkan keberadaannya ada tahap ini” (Inu Kencana Syafiie, Pengantar Ilmu Pemerintahan, 2005:18-19, PT Refika Aditama, cetakan ketiga, Bandung).

    Lebih jauh, Sondang P. Siagian dalam Filsafat Administrasi (1990:23-25, cetakan ke-21, Jakarta), sangat jelas menggambarkan fenomena ini dalam tahap perkembangan (pertama sampai empat) ilmu administrasi dan manajemen, yang disempurnakan dengan (r)evolusi paradigma TOTAL QINIMAIN ZAIN (TQZ): The Strategic-Tactic-Technique Millennium III Conceptual Framework for Sustainable Superiority, TQZ Administration and Management Scientific System of Science (2000): Pertama, TQO Tahap Survival (1886-1930). Lahirnya ilmu administrasi dan manajemen karena tahun itu lahir gerakan manajemen ilmiah. Para ahli menspesialisasikan diri bidang ini berjuang diakui sebagai cabang ilmu pengetahuan. Kedua, TQC Tahap Consolidation (1930-1945). Tahap ini dilakukan penyempurnaan prinsip sehingga kebenarannya tidak terbantah. Gelar sarjana bidang ini diberikan lembaga pendidikan tinggi. Ketiga, TQS Tahap Human Relation (1945-1959). Tahap ini dirumuskan prinsip yang teruji kebenarannya, perhatian beralih pada faktor manusia serta hubungan formal dan informal di tingkat organisasi. Keempat, TQI Tahap Behavioral (1959-2000). Tahap ini peran tingkah-laku manusia mencapai tujuan menentukan dan penelitian dipusatkan dalam hal kerja. Kemudian, Sondang P. Siagian menduga, tahap ini berakhir dan ilmu administrasi dan manajemen akan memasuki tahap matematika, didasarkan gejala penemuan alat modern komputer dalam pengolahan data. (Yang ternyata benar dan saya penuhi, meski penekanan pada sistem ilmiah ilmu pengetahuan, bukan komputer). Kelima, TQT Tahap Scientific System (2000-Sekarang). Tahap setelah tercapai ilmu sosial (tercakup pula administrasi dan manajemen) secara sistem ilmiah dengan ditetapkan kode, satuan ukuran, struktur, teori dan hukumnya, (sehingga ilmu pengetahuan sosial sejajar dengan ilmu pengetahuan eksakta). (Contoh, dalam ilmu pengetahuan sosial paradigma baru milenium III, saya tetapkan satuan besaran pokok Z(ain) atau Sempurna, Q(uality) atau Kualitas dan D(ay) atau Hari Kerja – sistem ZQD, padanan m(eter), k(ilogram) dan s(econd/detik) ilmu pengetahuan eksakta – sistem mks. Paradigma (ilmu) pengetahuan sosial lama hanya ada skala Rensis A Likert, itu pun tanpa satuan). (Definisi klasik ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur. Paradigma baru, TQZ ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur membentuk kaitan terpadu dari kode, satuan ukuran, struktur, teori dan hukum yang rasional untuk tujuan tertentu).

    Bandingkan, fenomena serupa juga terjadi saat (ilmu) pengetahuan eksakta krisis paradigma. Lihat keluhan Nicolas Copernicus dalam The Copernican Revolution (1957:138), Albert Einstein dalam Albert Einstein: Philosopher-Scientist (1949:45), atau Wolfgang Pauli dalam A Memorial Volume to Wolfgang Pauli (1960:22, 25-26).
    Inilah salah satu akar masalah krisis Indonesia (juga seluruh manusia untuk memahami kehidupan dan semesta). Paradigma lama (ilmu) pengetahuan sosial mengalami krisis (matinya ilmu administrasi dan manajemen). Artiya, adalah tidak mungkin seseorang dan organisasi (termasuk perusahaan, departemen, dan sebuah negara) pun mampu memahami, mengatasi, dan menjelaskan sebuah fenomena krisis usaha apa pun tanpa kode, satuan ukuran, struktur, teori dan hukum, mendukung sistem-(ilmu pengetahuan)nya.

    PEKERJAAN dengan tangan telanjang maupun dengan nalar, jika dibiarkan tanpa alat bantu, membuat manusia tidak bisa berbuat banyak (Francis Bacon).

    BAGAIMANA strategi Anda?

    *) Ahli strategi, tinggal di Banjarbaru – Kalsel, email: tqz_strategist@yahoo.co.id (www.scientist-strategist.blogspot.com).

    Komentar oleh Qinimain Zain | Juli 5, 2008 | Balas

  64. mas bagus cara penyampaiannya,tapi saya mau bertanya apakah ada teori standar pelayanan minimum selain menurut MENPAN,kebetulan untuk skripsi saya,mohon dibantu referensinya,terima kasih

    Komentar oleh malik | Juli 16, 2008 | Balas

  65. Yth. Pak Triatmojo,

    Wah banyak yang tanya ahlinya, say ikutan ya ….

    Sehubungan thesis yang saya persiapkan, mohon arahan dan bahan mengenai dimensi sekaligus indikator self esteem & self efficacy yang oke.

    Terima kasih banyak

    Komentar oleh Ida | Juli 25, 2008 | Balas

  66. Pak, saya tergolong orang baru dalam hal ini. sebelumnya saya mengucapkan terima kasih dengan adanya artikel yang sudah Bapak tulis. sebentar lagi saya akan memulai bisnis rumah makan kecil-kecilan. minta dibantu dengan saran-sarannya ya Pak. persiapan manajemen seperti apa yang kira-kira perlu saya terapkan??? terima kasih Pak…

    Komentar oleh deni ismaryono | Agustus 22, 2008 | Balas

  67. sip banget…!?

    Komentar oleh imay | Agustus 24, 2008 | Balas

  68. Maaf sebelumnya, tapi kayanya saya pernah membaca beberapa paragraf tulisan anda (yang tanpa footnote dan tanpa menyebutkan sumber tulisan) di tesis orang lulusan tahun 1997. Saya tidak tau siapa yang mengambil tulisan siapa. Tapi mending nulis daripada ga nulis sama sekali dan jangan lupa tetep hormati hak cipta orang lain.

    Komentar oleh yohana | September 8, 2008 | Balas

  69. ralat *tesis orang lulusan tahun 2000

    Komentar oleh yohana | September 8, 2008 | Balas

  70. ass.. k lam kenal yh,

    Komentar oleh neng zha | Oktober 15, 2008 | Balas

  71. haloo
    mau tanya nih..
    Kalo teori keterbukaan komunikasi terhadap kepuasan pelanggan ada kah yang tahu? mohon infonya karena utk tugas,,,
    term ksh
    Puri

    Komentar oleh Puri | Oktober 17, 2008 | Balas

  72. thanx ya, udah ngebantu nambahin bahan buat ngajar mutu pelayanan kebidanan.

    Komentar oleh wink | Januari 4, 2009 | Balas

  73. THX YA, TULISANNYA UDAH NGEBANTU SKRIPSIKU NEH….

    Komentar oleh VE | Februari 2, 2009 | Balas

  74. mas tri, tulisannya bagus, bisa dishare definisi operasional dan kuesionernya nggak, trus dak-pusnya, karena daku gi buat paper tentang ini, thanks,wida

    Komentar oleh wida | Februari 26, 2009 | Balas

  75. sip ,,,,

    Komentar oleh wan,, | April 22, 2009 | Balas

  76. Assalammualaikum…
    enaknya manggil ap niy??
    mas aj x y,,hohoh
    mas ant0,aq arimbi
    aq skrg gi nyusun skripsi
    judul’a pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada J.CO DONUTS dan DUNKIN DONUTS cabang MM BEKASI
    buanyak buanget niy yg pngen aq tnyain k mAS,,
    di bab 3 aq jelasin tntang indikator dr kualitas pelayanan
    truz DP aq mnta indikator dr kepuasan konsumen’a jg
    nah,,indikator dr kepuasan konsumen tuh paan aj c mas??
    c0z aq dah nyari” d perpus ga dpt”
    aq mohon…buangetz y mas bantuan’a
    tlng krm k email aq y…
    aq tgu
    n tx bgt y sblm’a

    Komentar oleh arimbi | Mei 12, 2009 | Balas

  77. Mas,saya bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan barang & Jasa IT. saya sedang buat Skripsi tentang kepuasan pelanggan di perusahaan tempat saya bekerja.Bisa minta tolong dibantu ga mas untuk dibuatkan contoh quisioner tentang kepuasan pelanggan. sebelumnya saya ucapkan terimakasih apabila mas tri berkenan membantu saya dan membalas pertanyaan saya by email.

    Komentar oleh Ida Paridah | Mei 25, 2009 | Balas

  78. Salam kenal Mas Yun. Tulisan yang sangat bermanfaat, saya mohon izin untuk CP

    Komentar oleh husnun | Juni 8, 2009 | Balas

  79. mas saya mau tanya……
    untuk mandapatkan buku yang lengkap tentang manajemen pelayanan publik itu dimana?

    Komentar oleh dita | Juni 18, 2009 | Balas

  80. Okey,,,
    sedikitkit membantu tugas pelayanan publik..
    just it is

    Komentar oleh nana marenata | Juni 19, 2009 | Balas

  81. ok

    Komentar oleh nana marenata | Juni 19, 2009 | Balas

  82. Hal utama dapat dimulai dengan perubahan mental, prilaku dan budaya masyarakat dan penyelenggara pelayanan publik untuk mewujudkan idelaisme kualitas pelayanan publik yang diharapkan bersama…

    Komentar oleh Resa | Juni 25, 2009 | Balas

  83. Assalamu’alaikum.
    mas Tri saya sekarang kan lagi nyusun TA.nah judul yang saya ambil tentang pelayanan teller. mas tri ada gak buku tentang prinsip pelayanan teller di Bank?

    Komentar oleh ami | Juli 8, 2009 | Balas

  84. Mas artikelnya bagus, saya kebetuln sedang buat tesis ttg pelayanan publik. Tolong dong literaturnya apa aja. Kemudian konsep Terra dalam pelayanan publik ini merupakan konsep atau teori siapa ?

    Komentar oleh sahadi | Juli 27, 2009 | Balas

  85. siip tulisannya oke…tks

    Komentar oleh anty | September 16, 2009 | Balas

  86. terima kasih tulisannya sangat bermanfaat
    terutama buat saya, baru pindah ke divisi customers relations :)

    Komentar oleh lina | Oktober 28, 2009 | Balas

  87. thanks, tulisannya bagus….sebagus orangnya….sy tunggu tulisan2 anda berikutnya. Mas Yunianto cakeeep deh…..

    Komentar oleh rini sujarwati | November 21, 2009 | Balas

  88. Salam kenal mas…..trims tulisannya menambah referensi saya.tlng mas sy butuh bukux larry spears ttg greenleaf.trims

    Komentar oleh sri suzana | November 23, 2009 | Balas

  89. Salam kenal mas.. Artikelnya bgs jd sy buat referensi tugas kantor sy.. Thank u..

    Komentar oleh umai | November 29, 2009 | Balas

  90. Salam kenal
    Terima kasih atas tulisannya mas. Saya mau minta tolong mas, minta referensi-referensi yang berkaitan dengan tingkat kepuasan pelanggan. Saya lagi nyusun tesis tentang tingkat kepuasan pelanggan terhadap kinerja aparatur dan mekanisme pelayanan pajak kendaraan bermotor. Tolong judul bukunya dikirim lewat email. Ma kasih sebelumnya

    Komentar oleh Lia | Maret 5, 2010 | Balas

  91. trims ya pak tri info tentang konsep kepuasan pelanggan sbg referensi saya menyelesaikan tugas kul metode kuantitatif bisnis

    Komentar oleh AMINAH JUFRI | April 2, 2010 | Balas

  92. wuaduh.. lengkap banget btw bolehkan saya nambah sedikit saja tentang pentingya loyalitas dan kepusasan pelanggan..? klik disini.. salam kenal untuk semuanya dan untuk yang punya blog saya ucapkan terimakasih karena telah diberi tumpangan lewat..

    Komentar oleh adityafacilitator | April 9, 2010 | Balas

  93. assCum
    mmmm………..refrensinya bagus, tank sudah ikut ambil peran dalam dunia perbisnisan, saya mohon ijin untuk mengutip tulisan sodara selain buat tugas materi kuliyah jug saya akan manfaatkan dalam dunia berwira usaha, sekali lagi trimakasih semoga tulisan sodara bermanfaat.. amien….
    wassalam

    Komentar oleh charis felanie | Juni 13, 2010 | Balas

  94. ilmu yang bermanfaat :)

    Komentar oleh yohan | Juni 13, 2010 | Balas

  95. terima kasih atas infonya
    asswrwb…

    Komentar oleh ASNERI | September 30, 2010 | Balas

  96. bagaimana kaitannya indeks kepuasan masyarakat dengan kepuasan pelanggan mas….
    Tx
    asneri

    Komentar oleh asneri | September 30, 2010 | Balas

  97. setuju….. ayo cari solusi cept dan kongkrit, kmudian cari orang kuat yang mau mnerima ide itu….

    Komentar oleh Arib | Oktober 21, 2010 | Balas

  98. GOOD JOB. Trims

    Komentar oleh listya | Oktober 22, 2010 | Balas

  99. good job

    Komentar oleh listya | Oktober 22, 2010 | Balas

  100. boleh tau tidak tulisan kamu ini diambil dr buku apa ya?. boleh tau tidak?
    karena aku mau masukin ke dalam tugas aku dan kata bos ku kalo bisa sumbernya dari buku. hehe.
    kalo boleh tau judul bukunya/ sumber pustaka nya, tolong kirim ke email aku ya..terutama yg sendi-sendi pelayanan yang berkualitas. thx b4 so much.

    Komentar oleh Naya | Februari 20, 2011 | Balas

  101. ad yang punya buku “pelayanan publik dan customer satisfaction” pengarangnya Paimin Napitupulu??ak bsk kamis maju ujian sarjana tp blon nemu bukunya pdhl pnting bgt ni bwt pede2..hehee..thx y bwt yg bs bantuin..Gery

    Komentar oleh Gery | Agustus 20, 2011 | Balas

  102. Mas,…. Boleh tau sumber dari artikel yg anda muat diatas.!
    Salam,
    Fs

    Komentar oleh adoklalang | September 30, 2011 | Balas

  103. makasih mas atas ilmunya bagus sekali

    Komentar oleh kusto | Februari 10, 2012 | Balas

  104. Terima kasih banyak atas sharing di internet ini. Sangat bermanfaat, hanya saja, kalau boleh, ditambahkan daftar pustakanya sehingga bisa diambil sebagai referensi valid untuk membuat skripsi/ tesis/ disertasi. Terima kasih banyak.

    Komentar oleh Kurniati | Maret 11, 2012 | Balas

  105. maksih banyak mas

    Komentar oleh Bobby Boybey Spacebound | Maret 27, 2012 | Balas

  106. Sungguh membantu terima kasi y artikelnya

    Komentar oleh Antique | April 6, 2012 | Balas

  107. terimakasih untuk postingnya bagus sekali….

    Komentar oleh Fery Setiawan Andien | Mei 29, 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: