Yunianto Tri Atmojo

Let\’s change for the better future!

Memantau Letusan Gunung Berapi

Alam tidak bisa ditebak ulahnya. Teknologi yang ada hanyalah mampu memberi tanda-tanda. Salah satunya teknologi pemantauan deformasi gunung api menggunakan global positioning system (GPS) yang bisa mengungkap aktivitas tubuh sebuah gunung api.

Gunung Merapi (2.968 m di atas permukaan laut) memang memiliki banyak kekhususan. Gunung muda ini termasuk gunung berapi yang sangat aktif. Sejak 1548, gunung ini sudah meletus 68 kali. Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2 – 3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10 – 15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930.
Metode yang paling banyak dilakukan saat ini adalah metode seismik dan deformasi. Metode seismik dipakai untuk mengevaluasi aktivitas di dalam gunung api, sedangkan metode deformasi digunakan untuk mengetahui pola dan kecepatan deformasi permukaan gunung api secara horisontal maupun vertikal. “Dari data deformasi dapat terungkap karakteristik aktivitas magmatik, termasuk lokasi dan pusat tekanan, dan juga volume muntahan magmanya jika terjadi letusan

Letusan besar pada 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan itu menyebabkan Kerajaan Mataram Kuno harus berpindah ke Jawa Timur. Letusannya di tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1.400 orang. Pada November 1994 batuknya menyebabkan hembusan awan panas ke bawah hingga menjangkau beberapa desa dan memakan korban puluhan jiwa manusia. Aktivitas terakhirnya, Mei 2006 membuat penduduk sekitar terpaksa diungsikan.

Berhubung di lereng Merapi sampai 1.700-an m dpl merupakan permukiman penduduk, pemantauan Merapi menjadi penting demi meminimalkan bencana jika meletus. Ada beberapa metode yang dipakai untuk memantau gunung api seperti metode visual, seismik, deformasi, kimia gas, pengukuran temperatur, gaya berat, geomagnetik, dan penginderaan jauh. Semakin banyak metode yang digunakan, semakin akurat pengamatan yang dilakukan sehingga perkiraan terjadinya letusan bisa diketahui lebih cepat.

September 18, 2006 - Posted by | Artikel Bebas

1 Komentar »

  1. Saya ingin tahu tentang kronologis secara lengkap tentang meletusnya gunung Merapi pada tahun 1872……… Terima kasih….

    Komentar oleh Luthfi | Agustus 30, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: