Yunianto Tri Atmojo

Let\’s change for the better future!

Very Large Array

Very Large Array (VLA) adalah sebuah kompleks observatorium astronomi radio yang berlokasi di dataran tinggi San Augustin, di antara kota Magdalena dan Datil, sekitar 50 mil (80 km) sebelah barat Socorro, New Mexico, Amerika Serikat. VLA berada pada koordinat 34°04′43″N, 107°37′04″W , di ketinggian 2.124 meter (6.970 kaki) di atas permukaan laut. Kompleks ini merupakan salah satu komponen dari National Radio Astronomy Observatory (NRAO).

Kompleks observatorium ini terdiri dari 27 buah antena radio yang masing-masing memiliki diameter 25 meter (82 kaki) dan berat 209 metrik ton. Antena-antena tersebut tersebar di tiga buah garis berbentuk-Y yang masing-masing memiliki panjang 21 km/13 mil. Masing-masing antena ini dapat dipindahkan ke berbagai posisi di sepanjang garis dengan menggunakan lokomotif khusus di atas rel di sepanjang garis berbentuk Y tersebut.

Ada empat macam konfigurasi antena, dari posisi A (terbesar) sampai posisi D (terkecil, ketika semua antena berada dalam radius 600 meter dari titik pusat). Observatorium normalnya akan memakai semua konfigurasi setiap 16 bulan, dengan kata lain setiap kali perubahan dilakukan terhadap posisi antena-antena tersebut, tidak akan ada lagi perubahan sampai tiga atau empat bulan berikutnya.

Pusat operasi VLA (AOC) terletak di kampus New Mexico Tech di Socorro. AOC juga menjadi pusat kontrol dari Very Long Baseline Array (VLBA), sebuah VLBI array yang terdiri dari sepuluh piringan berdiameter 25 meter yang tersebar dari Hawai’i di barat sampai Kepulauan Virgin Amerika Serikat di timur yang menjadikannya sebagai instrumen astronomi terbesar di dunia.

Iklan

November 26, 2006 - Posted by | Artikel Bebas

2 Komentar »

  1. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46).

    Dari ayat ini dapatlah dianalisa bahwa:

    1. Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan mana lagi yang dia panggil?
    2. Jika Yesus Tuhan, siapa yg berani mencabut nyawa Tuhan?
    3. Jika Yesus dipersiapkan oleh Tuhan untuk mati di kayu salib dalam rangka untuk menebus dosa, tentu tidak perlu dia harus berteriak-teriak minta tolong kepada Tuhan, dia harus ikhlash.
    4. Jika di dalam diri Yesus ada Tuhan, mengapa dia masih memanggil-manggil Tuhan lagi? Ini membuktikan Yesus dan Tuhan tidaklah menyatu.
    5. Jika Yesus Tuhan, ketika dia mati selama 3 hari 3 malam, siapa yang mengendalikan alam semesta ini?
    6. Setiap yang berseru memanggil Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    7. Yesus berseru memanggil-manggil Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan!!!

    Komentar oleh kutu | Maret 20, 2010 | Balas

  2. LEGAL OPINION TERHADAP PERJANJIAN LAMA
    PERJANJIAN TUHAN DENGAN ADAM (MANUSIA)
    Oleh: Cakra Ningrat
    PENGANTAR:
    Sesungguhnya Legal Opinion ini sudah pernah kami sampaikan di kolom komentar blog satriopiningitmuncul.wordpress.com pada tanggal 17-1-2013 sampai dengan tanggal 20-2-2013 akan tetapi Tim Admin meminta kami menulis ulang dalam bentuk artikel untuk memberi kemudahan seluruh warga setia dan pembaca mempelajarinya atau membacanya secara berulang-ulang dengan pertimbangan tulisan dalam bentuk artikel dapat dipajang secara permanen di blog tersebut.
    Awalnya kami merasa enggan untuk memenuhi permintaan Tim Admin, disebabkan karena banyaknya tugas-tugas rutin yang harus kami kerjakan, yang membutuhkan perhatian dan konsentrasi yang prima. Bukan hanya itu, Legal Opinion yang membahas perjanjian-perjanjian Tuhan memiliki cakupan yang sangat luas yang belum pernah mendapat perhatian para ahli baik dikalangan islam maupun oleh golongan nasrani sehingga tidak ada satupun literatur yang bisa kita jadikan rujukan dalam penulisan artikel ini.
    Tuhan menciptakan segala sesuatunya tidak hanya sekali jadi karena tidak sekali jadi, maka Tuhan perlu membuat Perjanjian-Perjanjian antara diriNya dan ciptaanNya. Perjanjian itu bersifat mengikat sejak perjanjian itu disampaikan, sampai kepada hari ini dan waktu yang akan datang hingga perjanjian itu kembali lagi kedalam tanganNya. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa “Perjanjian” adalah produk hukum yang mengikat para pihak. Bila salah satu pihak tidak mentaati perjanjian yang telah disepakati maka pihak yang dirugikan akan mengajukan tuntutan hukum ke pengadilan. Hakim memiliki kewenangan untuk memutuskan perselisihan hukum perjanjian.
    Dalam alkitab disebutkan bahwa Tuhan menciptakan langit dan bumi selama enam hari dan pada hari ketujuh Tuhan beristirahat. Alqur’an mengatakan “Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa … (QS. 11:7). Secara lengkap kami kutipkan alkitab sebagai berikut: “Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dengan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuatnya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang dibuatNya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuatNya itu (Kejadian 2:1-3).
    Ummat islam akan menerima firman Tuhan pada surat Hud ayat 7 tanpa koreksi. Ummat nasrani akan menerima firman Tuhan pada kitab kejadian 2:1-3 tanpa bantahan. Sebagai orang hukum Cakra Ningrat tidak bisa berpihak kepada ummat islam atau ummat nasrani meskipun Cakra Ningrat orang islam. Sebagai orang hukum Cakra Ningrat menerima alqur’an dan alkitab dengan catatan berupa pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
    1. Apa yang dimaksud dengan “masa”. Jika masa dimaknai sebagai waktu, satuan apakah yang dapat dijadikan sebagai tolok ukur yang bisa diterima secara hukum, apakah jam, hari, minggu, bulan, tahun atau abad?. Satuan “masa” sangat penting agar kita dapat mengetahui jarak waktu dari satu masa kemasa berikutnya sampai terpenuhi enam masa. Lebih dari semua itu, jika benar satuan waktu sudah ada, siapakah yang berkepentingan terhadap penggunaan waktu tersebut?
    2. Apa yang dimaksud dengan “hari ketujuh”. Dari mana dasar penghitungannya. Apakah kata “hari” yang dimaksud oleh alkitab sama dengan hari yang kita gunakan sekarang yaitu hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, Sabtu dan Minggu. Jika sama kenapa alkitab tidak menyebut nama harinya agar bisa kita terima secara hukum!.
    Dua pertanyaan di atas adalah contoh pertanyaan hukum. Apapun jawaban anda maka hukum akan terus mengejar dengan pertanyaan-pertanyaan hukum sampai ditemukan jawaban yang dapat diterima secara hukum untuk kepastian hukum. Artikel ini berjudul “Perjanjian Tuhan dengan Adam (Manusia)”. Pembaca yang sombong dan hatinya culas akan menganggap sepele judul artikel ini seakan-akan dia sudah mengetahui maksud dan tujuannya. Pembaca seperti itu adalah seorang pecundang sejati. Orang pandai yang membaca judul artikel ini merasa ingin mengetahui materi tulisan untuk kemudian menyimpulkannya sendiri. Pembaca seperti ini adalah orang yang bijaksana dan berbudi pekerti luhur. Orang seperti ini adalah orang yang tahu berterima kasih terhadap orang lain yang telah bersusah payah mengerjakan atau memberi peringatan tanpa berharap mendapatkan imbalan apa-apa.

    baca selengkapnya di http://satriopiningitmuncul.wordpress.com

    Komentar oleh roda hukum | Mei 3, 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: