Yunianto Tri Atmojo

Let\’s change for the better future!

Konsili Nicea

Tujuan konsili ini (yang juga disebut sinode) adalah memecahkan perbedaan pendapat di Gereja Alexandria mengenai hakikat Yesus dalam hubungannya dengan Sang Bapa; khususnya apakah Yesus mempunyai hakikat yang sama atau serupa dengan Allah Bapa. St. Alexander dari Alexandria mengambil posisi yang pertama; penatua Arius yang populer, yang merupakan asal-usul istilah pertikaian Arian datang, dan mengambil posisi yang kedua. Konsili ini memutuskan menentang kaum Arian. Hasil lain dari konsili ini adalah kesepakatan mengenai tanggal perayaan Paskah Kristen, yang mulanya berkaitan dengan Paskah Yahudi. Perayaan ini adalah perayaan terpenting dalam kehidupan Gereja. Konsili memutuskan untuk merayakan Paskah pada hari Minggu pertama setelah equinox musim semi, bebas dari Kalender Ibrani Alkitab (lihat pula Quartodecimanisme), dan memberikan wewenang kepada Uskup Alexandria kemungkinan menggunakan kalendar Alexandria) untuk mengumumkan setiap tahunnya tanggal yang persis kepada rekan-rekan uskupnya.

Konsili Nicea secara historis penting karena ini adalah upaya pertama untuk mencapai konsensus di kalangan gereja melalui sebuah persidangan yang mewakili seluruh dunia Kristen.”Ini adalah kesempatan pertama untuk pengembangan Kristologi yang teknis. Lebih jauh, “Konstantin dalam menghimpunkan dan memimpin konsili ini menandai adanya kontrol kerajaan atas gereja. Dengan dirumuskannya Pengakuan Iman Nicea, ditetapkanlah sebuah preseden untuk konsili-konsili umum berikutnya untuk merumuskan sebuah pernyataan iman dan kanon yang dimaksudkan untuk dijadikan sebagai ajaran yang benar bagi semua orang Kristen. Hal ini dimaksudkan untuk mempersatukan Gereja dan memberikan pedoman yang jelas dalam hal-hal yang dipertentangkan tentang apa artinya menjadi orang Kristen. Ini adalah sebuah peristiwa penting dalam sejarah Gereja dan sejarah Eropa di kemudian hari.

Oktober 2, 2006 - Posted by | Sejarah

4 Komentar »

  1. Dalam Konsili di Nicea, Konstantin sendiri menjadi ketua, dgn aktif memimpin pertemuan dan secara pribadi mengusulkan rumusan2 penting, karena segan terhadap kaisar, para uskup kecuali 2 orang saja, menandatangani kredo itu.

    Konstantin bukan seorang kristen, belakangan dia di tobatkan tetapi baru di baptis pada waktu sedang terbaring sekarat.

    Konstantin menyembah Matahari, menurut Encyclopedia Americana “Ajaran Tritunggal dari abad ke 4 (325M) tdk dgn seksama mencerminkan ajaran Kristen yang mula2, sebaliknya ini adalah penyimpangan dari ajaran tersebut,

    Komentar oleh Megido | Desember 28, 2007 | Balas

  2. ya gitu dech……………..

    Komentar oleh mbah dukun | Desember 2, 2008 | Balas

  3. Iman itu sebuah proses. Belum tentu kita yang berbicara disini orang yang benar-benar beriman.

    Konstantin awalnya memang penyembah dewa matahari, namun diakhir hidupnya ia bertobat. Ini jelas bukan suatu kesalahan.
    ini baru namanya iman.

    Komentar oleh timbz | Desember 5, 2008 | Balas

  4. Sampai sekarang tdk ada yg tahu pasti tentang kebenaran konsep keTuhanan YESUS. Mungkin yg perlu kita perhatikan bahwa kedatanganNya sudah dinubuatkan sejak berabad2 sebelumnya yang tertulis jelas dlm perjanjian lama.

    Komentar oleh Christian Yosapat | Desember 26, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: