Yunianto Tri Atmojo

Let\’s change for the better future!

Vatikan

Vatikan adalah negara merdeka terkecil di dunia, dari segi luas wilayah dan jumlah penduduk. Vatikan merupakan sebuah enklave dan dikelilingi kota Roma di Italia. Vatikan merupakan tempat tinggal Paus dan wilayah Takhta Suci, otoritas pusat Gereja Katolik.

Diperkirakan bahwa daerah di kota Roma yang sebelumnya tidak dihuni ini (ager vaticanus) sudah selalu dianggap keramat, bahkan sebelum kedatangan agama Kristen. Pada tahun 326, gereja pertama dibangun di atas tempat yang diperkirakan sebagai makam Santo Petrus. Mulai kala itu, tempat ini semakin banyak dihuni.

Para Paus dalam peran sekular mereka mulai memperluas pengaruh mereka pada daerah-daerah sekitar dan melalui negara-negara Paus memerintah banyak daerah di semenanjung Italia selama lebih dari seribu tahun sampai pertengahan abad ke 18 ketika seluruh Italia dipersatukan. Pada sa’at itu daerah negara Paus disita oleh Kerajaan Italia yang baru didirikan.

Lalu pada tahun 1870, milik Paus lebih banyak dikurangi lagi ketiga Roma dianeksasi. Sengketa antara para Paus yang “disandera” dan negara Italia akhirnya diselesaikan pada tanggal 11 Februari 1929 ketika Benito Mussolini dan Paus menandatangi Perjanjian Letran yang juga dikenal dengan nama ‘Concordat”. Isi Concordat ini ada tiga butir yaitu: 1. Diakuinya Takhta Suci Vatikan, 2. Status Istimewa agama Katolik di Italia dan 3. Ganti Rugi terhadap Vatikan atas kerugian yang diderita ketika negara Italia didirikan. Pada tahun 1984, Concordat ini disesuaikan lagi.
Vatikan merupakan sebuah kaukus unik, sebuah contoh dari sebuah kerajaan di mana fungsi kepala negara, yaitu sang Paus tidak diwariskan tetapi dipilih untuk seumur hidup oleh dewan Kardinal. Anggota dewan kardinal yang dapat memilih adalah mereka yang berumur di bawah 80 tahun. Pertemuan dewan kardinal untuk memilih Paus ini disebut Conclave dan dilaksanakan di Kapel Sistina (Sistine Chapel dalam bahasa Inggris atau Chapella Sistina dalam bahasa Italia). Kata Conclave ini berasal dari bahasa Latin cum clavis yang artinya adalah “dengan kunci”. Maksudnya merekalah yang memegang kunci pemilihan. Kata cum clavis ini juga memiliki arti bahwa para kardinal dikunci di Kapel Sistina selama proses pemilihan tersebut.

Istilah Takhta Suci merujuk kepada otoritas, yurisdiksi dan kedaulatan Paus dan para penasehatnya dalam memimpin gereja Katholik Roma. Takhta Suci mempunyai hak yang sama dengan sebuah negara berdaulat.

Sebagai negara berdaulat, Vatikan juga mempunyai hak untuk mengirim dan menerima diplomat. Para diplomat ini membutuhkan Kedutaan Besar yang harus berkedudukan di kota Roma karena tidak ada tempat di Vatikan. Dengan demikian ada sebuah situasi paradoksal di mana Italia mempunyai perwakilan di wilayahnya sendiri. Indonesia juga memiliki perwakilan di Takhta Suci.

Vatikan juga merupakan salah satu dari sedikit negara berdaulat yang mempertahankan pengakuan diplomatik atas Republik China di Taiwan.

September 30, 2006 - Posted by | Artikel Bebas

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: