Yunianto Tri Atmojo

Let\’s change for the better future!

TV Slim / Layar datar

Menonton televisi semakin asyik jika ukurannya layarnya makin besar. Namun, pada pesawat TV konvensional atau sering disebut TV CRT (cathode-ray tube) terdapat sedikit “masalah”. Makin besar ukuran layarnya, otomatis ukuran tabungnya pun ikut membesar. Akibatnya, pesawat TV itu jadi kelihatan tambun hingga terkesan menghabiskan tempat.

Persoalan itu mulai terpecahkan dengan hadirnya pesawat TV tipis alias slim TV. Tebalnya hanya beberapa sentimeter dan mudah dipajang di mana saja. Bahkan, saking ringkas dan ringannya bisa ditaruh di langit-langit.

Tabung sinar katoda (cathode-ray tube) pada pesawat slim TV kira-kira 33% lebih tipis dibandingkan dengan yang konvensional. Di kedua model pesawat TV itu penembak elektron memancarkan dan memfokuskan tiga berkas elektron ke bagian layar yang disebut metallic shadow mask (MSM). Dua set kumparan magnet membentuk beragam medan magnet yang mengarahkan berkas melewati MSM. Berkas-berkas elektron tadi melintasi sebuah lubang di dalam MSM dengan sudut yang perbedaannya sangat tipis, kemudian menghantam garis-garis fosfor dalam permukaan layar. Ada tiga fosfor mengisi setiap garis itu. Ketika mendapat energi dari elektron, mereka memancarkan sinar merah, hijau, dan biru, yang jika dikombinasikan menghasilkan beragam warna di setiap titik atau piksel layar. Karena penembak elektron sangat dekat dengan MSM slim TV, berkas sinar harus dibelokkan dengan sudut 125o; bandingkan dengan pesawat TV biasa yang cuma dibelokkan 90o – 110 o.

Teknik raster scan menghasilkan gambar di layar yang prosesnya berlangsung garis demi garis. Pada pesawat TV CRT berkas elektron ditembakkan mulai dari sudut kiri atas, mengikuti garis horizontal piksel. Kemudian melompat kembali (warna merah) ke sudut kiri dari garis kedua, dan seterusnya. Pada pesawat TV tipis posisi piksel diubah menjadi vertikal (gambar kanan), yang dapat mengurangi sudut berkas elektron ke arah garis-garis fosfor. Slim TV menggunakan metode proses sinyal digital elektronik untuk membentuk gambar pada layar TV.

Berkas sinar elektron akan menerangi lingkaran pada titik pusat layar. Tetapi lingkaran ini akan memanjang dan menyudut karena berkas itu menumbuk MSM pada sudut yang lebih besar.. Masalah lebih ekstrem pada slim TV adalah sudut defleksi cahayanya lebih besar. Komponen elektronik, setelan pada senapan elektron, dan magnet kecil dapat mengoreksi kecepatan berkas dan bentuk cahaya pada setiap titik layar.

Iklan

September 18, 2006 - Posted by | Iptek

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: