Yunianto Tri Atmojo

Let\’s change for the better future!

Goncang Kaleng

Goncang Kaleng (atau guncang kaleng) adalah sejenis permainan dari Riau, Indonesia.

[sunting]
Alat, cara bermain, dan aturannya
Goncang Kaleng, sebagaimana namanya permainan ini memang menggunakan kaleng sebagai penentu permainan dimulai. Tapi bukan sekedar kaleng kosong, melainkan kaleng yang telah diisi dengan beberapa batu kecil kemudian sisi kaleng yang terbuka ditutup kembali dengan cara dilipat atau di penyekkan. Sehingga kaleng akan berbunyi bilamana ia digoyang atau di guncang. kaleng yang biasa digunakan adalah kaleng-kaleng yang berbahan logam dengan suara nyaring, dulu kaleng bekas minuman ringan masih sering digunakan, namun seiring perubahan waktu dan kaleng minuman ringan sudah banyak yang menggunakan bahan alumunium (dimana bila digunakan tidak menghasilkan suara cukup nyaring) maka belakangan ini anak-anak lebih sering menggunakan kaleng bekas sarden atau kaleng susu seukuran 400 gram.

Model permainannya sendiri hampir sama persis dengan Petak Umpet yang mana pemain yang kalah saat Hompimpa atau suit pertama dialah yang akan menjadi kucing atau pencari rekan-rekan lainnya yang bersembunyi disekitar lokasi permainan. Namun tidak hanya dengan undian berupa hompimpa atau suit, diawal permainan juga, biasanya dipilih ketua tikus yang biasanya kemampuan lemparannya cukup jauh diantara rekan sepermainan, untuk melemparkan kaleng sejauh mungkin agar pasukan tikus berkesempatan bersembunyi. Kucing berkewajiban mengambil kaleng yang sudah dilempar dan kemudian meletakkan pada daerah lingkaran pusat permainan yang biasa dibuat berbentuk lingkaran berdiameter lebih kurang satu depa. Kemudian barulah kucing diperkenankan mencari para tikus.

Sedikit perbedaan terdapat pada goncang kaleng ini ialah, setiap kucing menemukan satu tikus atau rekannya yang bersembunyi maka mereka (kucing dan tikus) berlarian merebut kaleng untuk kemudian diguncang sebanyak 3 (tiga) kali;

bila kucing yang berhasil: ini adalah tanda kepada rekan-rekan tikus lainnya, bahwa seekor tikus telah tertangkap.
dan apabila tikus yang berhasil: maka kaleng ini akan dilempar kembali oleh tikus berkaitan sejauh mungkin, untuk kemudian ia kembali sembunyi lebih aman.
Demikianlah permainan ini terus berulang, hingga mereka lelah. Tanda permainan selesai adalah mengguncang kaleng sebanyak tiga kali dan diulang hingga tujuh atau sepuluh kali dengan keras, agar rekan-rekan tikus yang sembunyi dapat mendengarnya dan kembali ke pusat permainan.

September 15, 2006 - Posted by | Artikel Bebas

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: